Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Suasana Khidmat Ajakan Menjaga Kedamaian Pj Gubernur Disambut Positif Tokoh Adat dan Pemuda Papua

Suasana Khidmat Ajakan Menjaga Kedamaian Pj Gubernur Disambut Positif Tokoh Adat dan Pemuda Papua

BRIMO

Damai di Bumi Cenderawasih: Pj Gubernur Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Usai PSU

INFO Tanahmerah– Suasana di Bumi Cenderawasih pascapenetapan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua diwarnai dengan harapan dan seruan akan perdamaian. Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, secara resmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, menjaga kedamaian, dan merajut kembali tenun kebersamaan usai proses demokrasi yang berlangsung intens tersebut.

Ajakan ini disampaikan Fatoni tidak lama setelah proses rekapitulasi suara dan penetapan hasil PSU rampung dilaksanakan. Dalam pesannya yang tegas namun penuh kelembutan khas Papua, Fatoni menekankan bahwa kontestasi politik telah usai, dan kini saatnya seluruh energi kembali difokuskan pada pembangunan dan memuliakan kehidupan bersama.

“Proses demokrasi adalah sebuah festival kedaulatan rakyat. Ia hadir sebagai sarana, bukan tujuan akhir. Kini, setelah suara-suara rakyat telah didengar dan ditetapkan, marilah kita bersama-sama menutup lembaran kompetisi dan membuka lembaran baru kolaborasi,” ujar Fatoni, mengawali pernyataannya.

Mengapa Seruan Damai Ini Penting?

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa distrik merupakan sebuah mekanisme korektif dalam demokrasi untuk memastikan setiap suara rakyat terdengar secara adil dan jujur. Proses seperti ini, meski dilandasi niat baik, kerap menyisakan dinamika sosial yang tinggi dan berpotensi memicu ketegangan. Emosi yang telah terinvestasi selama kampanye perlu dialihkan menjadi energi positif untuk membangun.

Seruan dari seorang pemimpin seperti Pj Gubernur berperan sebagai rem darurat yang mencegah gesekan-gesekan horizontal. Papua, dengan keindahan alam dan keragaman budayanya yang memesona, juga memiliki kompleksitas sosial yang unik. Oleh karena itu, menjaga stabilitas pasca-pemilihan adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan dapat berjalan tanpa hambatan.

Suasana Khidmat Ajakan Menjaga Kedamaian Pj Gubernur Disambut Positif Tokoh Adat dan Pemuda Papua
Suasana Khidmat Ajakan Menjaga Kedamaian Pj Gubernur Disambut Positif Tokoh Adat dan Pemuda Papua

Baca Juga: Suara untuk Perdamaian Mahasiswa Desak Dialog Pengganti Operasi Militer di Puncak Jaya

Fatoni memahami betul hal ini. Ajakannya bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan sebuah seruan dari hati untuk melindungi anak-anak Papua dari konflik, memastikan para petani dan nelayan dapat bekerja dengan tenang, dan menjamin para pelajar dapat menimba ilmu tanpa rasa khawatir.

Merajut Kembali Tenun Persaudaraan

Dalam budaya Papua, konsep persaudaraan dan kebersamaan sangatlah kuat. Fatoni menggunakan metafora yang mudah dipahami, menyamakan masyarakat Papua dengan sebuah tenun yang indah. “Setiap benang, dengan warnanya yang berbeda-beda, menyatu membentuk sebuah karya yang kuat dan memesona. Perbedaan pilihan politik adalah warna-warni itu sendiri. Ia tidak perlu merobek tenun kebersamaan kita, justru sebaliknya, ia memperkaya corak dan identitas kita,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa lawan dalam kontestasi politik bukanlah musuh yang harus dikalahkan, melainkan saudara yang suatu saat akan berjalan beriringan kembali membangun tanah Papua. “Esok hari, setelah semua ini, kita tetap harus menyapa tetangga kita, berjualan di pasar yang sama, dan menyembah Tuhan di rumah ibadah yang sama. Jangan biarkan perbedaan pilihan merusak ikatan kemanusiaan kita yang paling mendasar.”

Peran Seluruh Pihak: Dari Aparat hingga Masyarakat Sipil

Fatoni tidak hanya berpidato. Ia juga menginstruksikan jajarannya di pemerintahan, termasuk para kepala daerah dan camat, untuk turun langsung melakukan pendekatan yang humanis kepada masyarakat. “Pemerintah hadir untuk melayani semua tanpa pandang bulu. Kepada para pihak yang mungkin belum puas dengan hasilnya, pintu dialog selalu terbuka. Mari selesaikan segala sesuatu dengan cara-cara yang elegan dan beradab sesuai hukum yang berlaku.”

Selain itu, ia juga mengapresiasi peran TNI dan Polri yang telah menjaga proses PSU berlangsung aman dan lancar. “Mereka adalah pilar penjaga kedamaian. Ke depan, peran mereka tetap dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua warga.”

Tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda juga mendapat tempat khusus dalam seruan Fatoni. Ia meminta para tetua adat untuk mengingatkan nilai-nilai kearifan lokal tentang hidup harmoni dengan alam dan sesama. Para pemuka agama diharapkan dapat menyebarkan pesan-pesan kasih dan toleransi dari mimbar-mimbar mereka. Sementara kepada para pemuda, Fatoni berpesan, “Jadilah generasi yang cerdas, yang tidak mudah dipecah-belah oleh kepentingan sesaat. Masa depan Papua ada di tangan kalian, dan masa depan itu dibangun di atas fondasi perdamaian.”

Menatap Ke Depan: Pembangunan untuk Semua

Pada akhirnya, tujuan dari seluruh proses politik adalah terwujudnya kesejahteraan bagi rakyat. Fatoni menegaskan bahwa pemerintahan yang baru nantinya, siapapun yang memimpin, harus dapat melanjutkan program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita punya pekerjaan rumah yang besar: mengurangi kemiskinan, meningkatkan akses kesehatan di daerah terpencil, memajukan pendidikan, dan membuka lapangan kerja untuk anak-anak muda. Untuk melakukan semua itu, kita membutuhkan suasana yang kondusif, damai, dan penuh dukungan dari semua pihak,” tegasnya.

Seruan Pj Gubernur Agus Fatoni ini diharapkan bukan hanya menjadi wacana, tetapi menjadi pemantik kesadaran kolektif seluruh masyarakat Papua. Kedamaian adalah prasyarat mutlak untuk mewujudkan Papua Tanah Damai, Papua Tanah Sejahtera.

Klik Disini